Monday, August 3, 2015

Berkunjung ke PLN, Jokowi Tekankan Target 35 Ribu Megawatt



Presiden Jokowi di acara Indonesia-China Economic Cooperation Forum di Beijing, Jumat (27/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan PLN untuk mengejar target pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dalam waktu lima tahun. Hal itu disampaikan Jokowi saat berkunjung ke kantor pusat PLN di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (7/4). 

"Saya datang ke sini untuk menyampaikan ke manajemen, general manajer, kepala divisi bahwa target ini bukan main-main," ujarnya.

Menurut presiden, PLN menyatakan tahun ini akan tercapai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 11 ribu megawatt. Tahun berikutnya akan ada 10 ribu megawatt lagi. 


Pembangunan pembangkit listrik ini, lanjut Jokowi, menjadi sangat penting karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, tanpa listrik, pabrik tak dapat berproduksi, hotel tak bertambah, dan investasi stagnan. 

Agar target 35 ribu megawatt itu dapat segera tercapai, presiden meminta semua pihak untuk sering turun langsung guna menyelesaikan permasalahan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pembebasan lahan.

Sementara itu, terkait dengan sumber dana untuk pembangunan proyek pembangunan proyek 35 ribu mega watt yang membutuhkan Rp 1.200 triliun, Jokowi mengatakan beban itu akan dibagi antara pemerintah pusat lewat APBN, PLN dan ada pula yang berasal dari IPP.

"Tidak mungkin PLN kerjakan sendiri, yang penting tidak ada defisit listrik di wilayah. Makanya saya tekankan efisiensi harus. Sehingga subsidi PLN kita minuskan Rp 30 triliun," ucapnya.

No comments:

Post a Comment